Showing posts with label scholarship. Show all posts

F.A.Q (Frequently Asked Questions)




Hello dear readers!

Wow, this summer has been a blast! And by a blast, I mean, I slept, ate, watched, read for pleasure a lot. So much so that I completely forgot that I had other things to do! Like updating my blog.

So here I am, dear readers. I read and replied to most of the comments on this blog and emails that were sent to me. Not surprisingly, there were questions that get asked more often than others. Therefore I tried to compile a list of these frequently asked questions to make everything easier for everyone! If you don't find the answer to your question(s) here, please don't hesitate to send me an email at ananda_astrini@yahoo.com and I'll try to get back to you as soon as I can!

1. Which is harder, IELTS or TOEFL IBT?

Answer: Both are hard! Especially if you don't prepare. Uh, duh. Hahaha. The IELTS (Academic) and TOEFL IBT both attempts to assess your English proficiency in an academic context. However, they do it quite differently. Although they both have listening, reading, speaking, and writing tests, their question types are very different. So I learned for IELTS first and then I found out I had to take a TOEFL IBT test. Then I learned for that, and although some skills did transfer (e.g. skimming and scanning), the TOEFL IBT test just had a totally different format. I just had to learn other skills, like note-taking. So, no, I can't say that IELTS was easier and TOEFL IBT was harder and vice versa.

Proofread Me Project


Dear para pembaca yang budiman,

Berikut adalah informasi yang akan sangat membantu kalian dalam proses pendaftaran beasiswa. Silahkan bagikan informasi penting ini!

****
Dear Calon Penerima Beasiswa,

Awal tahun biasanya teman-teman yang niat daftar beasiswa sudah sibuk mempersiapkan kelengkapan berkas pendaftaran. Selain skore TOEFL/IELTS, surat referensi, essay juga sangat penting sebagai syarat utama diterima sebagai penerima beasiswa. Setiap program biasanya punya istilah tersendiri dalam mengartikan “essay”. Kadang dengan istilah “ Study Objective”, “Personal Statement”, “Motivation Letter” atau bahkan ada yang hanya dengan menjawab beberapa pertanyaan di form aplikasi dengan batasan kata atau karakter tertentu.

Apapun istilahnya intinya para reviewer beasiswa ingin tahu kenapa teman-teman tertarik ikut program tersebut, dari sekian banyak pelamar kenapa anda layak diberi kesempatan ini, apa kaitan program yang teman-teman ingin pelajari dengan pengalaman dan jurusan sebelumnya, dan yang pasti apa dampak/kontribusi anda setelah kembali ke Indonesia. Nah….makanya essay sangat penting untuk merubah status teman-teman dari pelamar (applicants) ke penerima (recipients) beasiswa.

My Fulbright Journey - Part 7



Undangan Pre-Departure Orientation (PDO) yang sangat kunantikan itu datang pada bulan May! Kenapa sangat dinantikan? Karena PDO adalah kesempatan untuk bertemu langsung dengan teman-teman yang sebelumnya cuma kita kenal lewat social media (biasanya disetiap angkatan ada yang berinisiatif buat akun grup di social media seperti Whatsapp atau Facebook) ataupun bertemu lagi dengan kawan-kawan yang sebelumnya dikenal pas tes TOEFL iBT dan/atau GRE. Selain itu ditahap ini semuanya jadi semakin real aja. We are getting closer to our goal! :D

Tahun 2015, PDO diadakan di Kota Yogyakarta, tepatnya di Hotel Melia Purosani yang juga merupakan akomodasi para peserta. Hotel bintang 5 booo....! Selain flight ticket, AMINEF juga akan mengirimkan jadwal kegiatan PDO. Salah satunya adalah malam budaya, dimana dress codenya adalah baju tradisional daerah masing-masing. Ini nih yang aku suka. Dengan sigap, ibu saya membantu mencarikan baju bodo - baju tradisional Makassar - untukku. Yang tradisional, bukan yang udah moderen. Warna bajunya pun aku sesuaikan dengan warna Iowa State University. Cardinal and gold!

My Fulbright Journey – Part 6



Letter of Acceptance sudah di tangan! Apa selanjutnya?

1. Administrative Procedures

Pertama-tama adalah beberapa hal administratif universitas yang perlu Anda selesaikan. Biasanya sudah terdapat petunjuk pada email dan LoA yang kita dapatkan mengenai apa saja yang harus kita lakukan. Contohnya saya diminta melakukan registrasi pada laman khusus mahasiswa ISU. Di laman tersebut yang bernama Accessplus, mahasiswa dapat memilih kelas tiap semesternya, mengakses informasi terkait biaya-biaya yang harus dibayar, mendaftarkan diri untuk housing on-campus dan lain-lain. Di LoA saya sudah dicantumkan student ID dan temporary password untuk akun Accessplus saya. Setelah membuat akun Accessplus, saya lalu membuat akun email ISU. Ini adalah salah satu hal yang saya tunggu-tunggu, memiliki akun email mahasiswa!

My Fulbright Journey - Part 5




Setelah tes TOEFL iBT dan GRE (waktu itu tes yang saya ikuti dua-duanya diadakan pada bulan Oktober) maka Anda akan menunggu untuk final Submission Plan Anda. Submission plan di sini adalah list universitas yang disarankan oleh IIE untuk Anda daftari. Ingat kan penjelasan saya mengenai memilih universitas di Part 3? Waktu itu saya menerima final listnya pada bulan November. Ternyata, pilihan pertama saya yaitu Middlebury College diganti menjadi Indiana University of Pennsylvania. Mungkin karena program studi TESOL di universitas ini kurang kuat, walaupun Middlebury College merupakan private university yang cukup terkenal dalam bidang International Studies. It just proves that the popularity of a university does not guarantee the quality of your particular program of study. So make sure you do a detailed research of the study program in each university of your preference. Gimanaa gitu kalau ternyata setelah direview oleh IIE gak ada satupun pilihan kita yang disetujui. Hehe. Saya bersyukur karena tiga pilihan lain saya berhasil disetujui oleh IIE. Biasanya kita akan diberi waktu sehari untuk memikirkan urutan universitas kita. Jadi sebenarnya ini lumayan mirip SNMPTN (Call it whatever you want, you know what I mean. Hehe), dimana kita harus mengurutkan pilihan kita.

My Fulbright Journey - Part 3



Congratulations for passing the Fulbright Interview! I know the feeling very well :D

But don’t get caught up in that euphoria because you have so many things to do in a short amount of time! Ya, apalagi kalau bukan melengkapi berkas.. Hehehe. Setelah Anda memperoleh email dari AMINEF terkait keputusan hasil wawancara, Anda juga akan dikirimkan email mengenai berkas apa saja yang harus Anda lengkapi. Salah satunya adalah mengisi Application Form Fulbright di Embark.

Nah, di post ini saya tidak ingin membahas setiap komponen pada aplikasi online tersebut. Email yang dikirimkan AMINEF sudah disertai petunjuk tentang tata cara pengisian aplikasi. What I’d like to share about is the School Preference Section. Pada bagian ini Anda akan diminta untuk memasukkan list universitas yang ingin Anda daftari. Tentunya universitas-universitas ini harus memiliki program studi yang sesuai dengan Study Objective Anda. Ada beberapa faktor lain yang harus Anda pertimbangkan dalam memilih universitas. Berikut akan saya coba bahas satu persatu.

My Fulbright Journey - Part 2



"We are pleased to inform you that AMINEF selection committee has finished their review on Fulbright Master's Degree Program applications, and would like to consider you for an interview which is scheduled on Friday, July 11, 2014 in Makassar."

Jumat berkah :D

Setelah menerima email itu, saya tidak henti-hentinya online dan membaca pengalaman interview para Fulbrighter sebelumnya. Saran saya adalah persiapkan list pertanyaan yang mungkin ditanyakan dan berlatihlah menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Apalagi ya, wawancaranya dalam bahasa Inggris, harus lancar dan PD dong menjawabnya. Jadi silahkan membuka link beberapa blog yang telah saya post pada artikel sebelumnya ya. Saya tidak akan memberitahu apa yang harus Anda jawab untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut, karena tiap-tiap individu *pasti* akan memiliki jawaban yang berbeda-beda. Para pewawancara akan tau kok, kalau jawabanmu tidak dari lubuk hati yang paling dalam. Hehe... Kalau saya sering membaca di blog Fulbrighter saran 'Just be yourself', ya karena itu betul sekali. Saya merasakannya sendiri ketika diwawancara. Ketika kita menjadi diri sendiri, wawancaranya jadi mengalir lancar dan tak terasa waktu telah habis. Sama sekali tidak merasa 'diwawancara' tetapi lebih ke diskusi atau perbincangan biasa saja~

My Fulbright Journey - Part 1



This post is dedicated to my lecturer, mentor, boss Ibu Dr. Etty Bazergan
I won't let you down...


Terkadang kita terlalu fokus mencari sebuah jalan yang akan mengantarkan kita ke tempat yang kita inginkan. Saking fokusnya kita malah lupa, kalau ada banyak jalan lain yang bisa kita tempuh untuk mencapai tujuan tersebut. I made that mistake in 2013, ketika setelah saya lulus S1 pada bulan Maret dan hanya mendaftarkan diri di satu beasiswa untuk berkuliah di Australia yakni the Australian Development Scholarship (sekarang Australia Awards Scholarship).

Sejak saya kembali dari Australia pada tahun 2001, saya selalu bercita-cita untuk kembali ke Australia. Ayah saya memperoleh beasiswa ADS untuk berkuliah di University of Adelaide dan membawa saya beserta ibu untuk tinggal di Australia selama 3 tahun. Mungkin karena Australia, khususnya Adelaide, sangat berkesan di hati saya sehingga saya menetapkan Australia sebagai tempat tujuan saya untuk kuliah S2. Tak pernah negara lain. Ya, cinta itu memang buta...

Pengalaman Pertama Mengikuti Tes IELTS

IELTS Examination Room~

Selama masa persiapan untuk mengikuti tes IELTS, saya menyempatkan diri untuk browsing mengenai pengalaman orang-orang lain ketika mengikuti tes IELTS. Sayangnya, berbagai pengalaman yang diceritakan orang dalam blognya kebanyakan lebih fokus terhadap apa yang mereka lakukan sebelum mengikuti tes dan apa yang terjadi setelah tes. Padahal yang saya sangat ingin ketahui adalah apa yang terjadi selama tes IELTS berlangsung, atau dengan kata lain dari awal hingga akhir dari tes IELTS. Untuk itu, saya menuliskan artikel blog ini untuk berbagi pengalaman saya ketika pertama kali mengikuti tes IELTS, apa saja persiapan saya dan apa yang saya alami ketika tes IELTS.